![]() |
Foto: Petani di Paluta sedang melakukan proses pemisahan padi untuk menghasilkan gabah (istimewa). |
PADANG LAWAS UTARA - Memasuki musim panen padi disejumlah areal persawahan yang ada di kabupaten Padang Kawas Utara (Paluta), kondisi harga gabah masih berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan yakni sebesar Rp6.500 perkilogram.
Berdasarkan data yang dihimpun, pada awal Maret 2025, rata-rata harga gabah di beberapa daerah yang ada di kabupaten Paluta menunjukkan variasi signifikan yakni dari Rp6.000 hingga Rp6.400 perkilogram.
Sementara, berdasarkan data survey pasar yang dilakukan oleh pihak Dinas Pertanian kabupaten Paluta pada minggu terakhir bulan Februari tahun 2025, harga gabah tertinggi hanya mencapai Rp6.200 perkilogram.
Fluktuasi harga gabah ini menjadi tantangan besar bagi sektor pertanian, melihat kondisi masyarakat petani yang saat ini sedang di tengah musim panen yang berlangsung di sejumlah daerah kabupaten Paluta.
Salah seorang petani, Baginda Hamonangan Harahap mengatakan bahwa harga gabah saat ini sudah cukup tinggi dan lumayan untuk tingkat petani.
"Kami jualnya ke toke (pengepul), harganya cukup lumayanlah, sekitar 6.000 perkilo. Lihat kondisi gabahnya juga, kalau yang paling bagus itu harganya sekitar 6.400 perkilo," katanya, Jumat (14/3/2025).
Senada, J Harahap yang merupakan salah seorang toke (pengepul) gabah dikabupaten Paluta mengatakan bahwa harga gabah ini bervariasi dengan melihat kondisi atau kualitas gabah itu sendiri.
"Harganya bervariasi, melihat kondisi kebersihan dan kualitas kekeringan gabahnya. Kalau gabah kering panen dengan kondisi bersih itu sekitar 6.000 perkilo. Saya membeli dari petani dengan kualitas serta kekeringan sudah bagus itu paling tinggi hanya 6.400 perkilo," katanya.
Beberapa waktu sebelumnya, kepala Dinas Pertanian kabupaten Paluta Mahran Hasibuan menyampaikan bahwa kondisi harga gabah di kabupaten Paluta memang masih berada dibawah HPP yang telah ditetapkan.
Ia mengatakan, saat ini pihaknya sedang berupaya dan melakukan koordinasi dengan Perum Bulog cabang Tapsel untuk melakukan upaya dalam hal penyerapan gabah di tingkat petani.
"Sepengetahuan kami Perum Bulog cabang Tapsel belum ada memiliki rekanan di kabupaten Paluta untuk melakukan penyerapan gabah di tingkat petani. Dan kita akan tetap mengupayakan agar harga gabah dapat sesuai dengan HPP di kabupaten Paluta," ujarnya.
Seperti diketahui, presiden RI Prabowo Subianto telah menyampaikan arahan dan instruksi agar harga gabah di tingkat petani sebesar Rp6.500 perkilogram.
Berdasarkan pantauan dilapangan, saat ini di sejumlah daerah yang ada di kabupaten Paluta sedang musim panen padi dan kondisi harga masih dibawah HPP yang telah ditetapkan. (AR)