![]() |
Foto: Ketua Umum PK PMII ITS Paluta Nurul Prayudha Hasibuan. |
PADANG LAWAS UTARA - Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Cabang Padang Lawas Utara (Paluta) menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung dan mengawal 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Paluta yang baru Reski Basyah Harahap dan Basri Harahap.
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum PK PMII ITS Paluta Nurul Prayudha Hasibuan sebagai bentuk komitmen organisasi dalam menjalankan perannya sebagai social of control.
Yudha juga mengajak organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Cipayung Plus untuk bersama-sama mengawal jalannya pemerintahan yang dipimpin oleh Bupati dan Wakil Bupati Paluta Periode 2025-2030.
"Kami mengucapkan selamat kepada Bupati dan Wakil Bupati Paluta yang sudah dilantik. Semoga amanah dalam menjalankan tugasnya untuk memimpin Kabupaten Paluta lima tahun ke depan. Setelah ditetapkan, kepala daerah terpilih tidak boleh duduk manis. Segeralah 'tekan gas' untuk melaksanakan visi-misi mereka, setidaknya menunjukkan wajah perubahan pada 100 hari kerja pertama agar optimisme masyarakat tumbuh," ujar Yudha, Jumat (14/3/2025).
Ia menekankan, meskipun tidak ada rumusan baku mengenai program 100 hari kerja, kepala daerah terpilih harus memiliki prioritas yang jelas. Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Paluta diketahui telah menyusun beberapa program unggulan sesuai tagline kampanye mereka.
Selain itu, Yudha juga menyoroti pentingnya program beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu namun berprestasi. Mereka berharap Pemerintah Daerah Paluta dapat mengambil langkah konkret dengan menyediakan beasiswa, termasuk Beasiswa Pemda, sebagai investasi masa depan pendidikan.
Sebagai bagian dari demokrasi, ia menegaskan, PMII akan tetap menjadi mitra kritis pemerintah. Mereka siap mendukung program positif, memberikan masukan, hingga mengingatkan jika ada kebijakan yang tidak sesuai, baik melalui diskusi, audiensi, maupun aksi.
"Kami punya tanggung jawab untuk mendukung setiap program positif pemerintah, tetapi juga tidak akan segan mengkritik kebijakan yang tidak pro-rakyat. Dan yang paling penting, kalau memang sulit untuk membangun, minimal jangan pernah berani-berani untuk korupsi," pungkasnya. (AR)